Al-Fakhr >> Sebuah Kebanggan
 
 
TOP >> Kisah >> Bercermin kepada kisah dua orang tukang bangunan...


Bercermin kepada kisah dua orang tukang bangunan...
Assalamu'alaikum wr. wb.

Alkisah, ada dua orang tukang bangunan -anggap saja si A dan si B- yang diberi pekerjaan untuk membangun sebuah rumah. Ketika suatu hari, mereka akan membangun bagian atap rumah, naiklah si A ke atas bangunan untuk meletakkan genting-genting serta menyemen bagian atap rumah, sedangkan si B bekerja di bagian bawah untuk mempersiapkan adonan semen sambil mengerjakan bagian rumah yang lain.
Ketika semen yang dibawa si A untuk menyemen bagian atap rumah telah habis, ia memanggil-manggil rekan kerjanya, si B untuk memberikan adonan semen lagi kepadanya. Tetapi, setelah berulang kali memanggil si B, ternyata si B tidak mendengar sama sekali karena dia sedang asyik dengan pekerjaannya di bawah. Si A akhirnya berinisiatif untuk memanggil si B dengan cara lain. Akhirnya dia merogoh sakunya, ternyata dia mendapatkan tiga buah uang logam gopek-an
, kemudian salah satu uang itu ia lemparkan ke kepala si B. Si B pun kaget,  tetapi dia tetap tidak memberikan respon apa-apa terhadap si A, malahan dia hanya mengambil uang yang dilemparkan oleh si A tadi dan kemudian memasukkannya ke saku celanaya. Melihat hal ini, si A mencoba kembali untuk melemparkan uang logam yang kedua ke kepala si B, dan ternyata hal yang sama pun terjadi lagi, si B tetap tidak memberikan respon apa-apa dan malah mengambil uang yang dilemparkan tadi. Kemudian, si B pun akhirnya melempar uang logam yang terakhir. Ternyata hasilnya tetap saja nihil.
Si A pun akhirnya kesal dengan perbuatan si B. Dengan rasa marah, ia mengabil beberapa buah genting yang ada di sampingnya dan melemparkannya ke kepala si B.
Kemudian apa yang terjadi? Akhirnya dengan kondisi hampir pingsan dan kepala yang berdarah, si B pun akhirnya melihat ke arah si A dan ia baru menyadari bahwa dari tadi si A membutuhkan bantuannya.

HIKMAH DARI KISAH DI ATAS:
Jika rekan-rekan memahami kisah yang saya tuliskan di atas, rekan-rekan pasti tahu ibroh/ hikmah yang terkandung di dalamnya.
Si A diumpamakan sebagai Tuhan, dan si B diumpamakan sebagai manusia. Ketika diberi nikmat, manusia seringkali lupa kepada Si Pemeberi nikmat (baca: ALLAH SWT), tetapi hal ini tidak membuat ALLAH berhenti memberikan nikmatnya kepada seluruh makhlukNya. Karena tabiat manusia yang memang tidak tahu cara bersyukur akhirnya mengundang murka ALLAH. Saat itulah mereka baru ingat kepada Tuhannya, ALLAH SWT...

Semoga kita selalu digolongkan ke dalam orang-orang yang pandai bersyukur, amin.


Dikirim
Tanggal : 30-07-2007 10:51
Kategory : Kisah
Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/119_392_2007_07

Komentar

Isi Komentar

Judul
Nama Anda
Website



Masukkan kode verifikasi